Tampilkan postingan dengan label Area Misterius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Area Misterius. Tampilkan semua postingan
Kota Siluman Sungai Xin'an, Cina
Pada tanggal 26 Juni 2011, media-media melaporkan sebuah peristiwa misterius di kota Huang Shan, Cina. Disebutkan kalau sebuah "kota siluman" muncul di atas sungai Xin'an setelah hujan lebat. Namun, media-media tersebut juga melaporkan kalau peristiwa ini terjadi akibat Mirage/Fatamorgana. Benarkah demikian?
Bagi kalian yang belum mengetahui kisah ini, berikut cuplikan berita berjudul 'Kota Misterius' Muncul di atas sungai China'
VIVAnews-Pemandangan aneh muncul di China pada awal bulan ini. Sebuah kota misterius muncul di atas Sungai Xin'an. Kota misterius itu muncul di langit Cina Timur setelah hujan deras. Saat itu, kondisi lembab menutupi Sungai Xin'an.
Kota misterius itu terlihat seperti pemandangan kota lainnya. Tampak gedung pencakar langit, beberapa gunung dan sedikit pohon-pohon. Pemandangan itu terlihat oleh warga di Kota Huanshan. Muncul beragam spekulasi dari mereka, diantaranya menganggap tempat itu merupakan 'pusara' dari 'peradaban yang hilang'.
"Ini benar-benar luar biasa, terlihat seperti sebuah adegan di film, di negeri dongeng," kata seorang warga kepada saluran berita Inggris, ITN sebagaimana dimuat laman foxnews.com, 27 Juni 2011. Namun, semua itu ternyata tak nyata alias fatamorgana. Para ilmuwan telah membatalkan teori mereka
Para ahli percaya pemandangan itu mungkin hanya sebuah fatamorgana yang disebabkan ketika kelembaban di udara yang menjadi lebih hangat dari suhu air di bawahnya. Ketika sinar matahari melewati udara dingin ke udara hangat, cahaya itu dibiaskan atau belokan. Sehingga menciptakan sebuah bayangan di udara yang terlihat mirip dengan sebuah bayangan di air. Refleksi itu merupakan pemandangan umum bagi banyak wisatawan yang berkunjung di daerah basah.
Sebelum Vivanews, media-media besar lain di dunia seperti dailymail, foxnews dan yahoo news juga memberitakannya sehingga video ini dengan segera menjadi sensasi di dunia maya. Sebagian orang yang menolak teori Mirage mulai mengajukan berbagai pendapat yang bervariasi. Ada yang menyebutnya sebagai Vortex. Ada yang menyebutnya hasil dari proyek Blue Beam dan ada yang menyebutnya sebagai kota hantu.
Lalu, yang mana yang benar? Apakah video itu hoax?
Jika tidak, apakah fenomena yang terlihat di video adalah hasil dari Mirage?
Saya sendiri percaya kalau video itu bukan hoax. Tetapi saya juga percaya kalau fenomena yang terlihat bukan hasil dari Mirage.
Menurut saya, kasus yang kita hadapi ini sesungguhnya memiliki jawaban yang sangat sederhana, yaitu salah persepsi oleh media.
Media Cina yang pertama kali memposting berita ini tidak pernah mengatakan kalau sebuah kota misterius/siluman muncul di atas sungai Xin'an. Namun, media-media lain yang mengutipnya memiliki persepsi kalau sebuah kota memang muncul di atas sungai itu.
Mari kita lihat bersama-sama:
Video ini pertama kali diposting oleh media Cina newscontent.cctv.com pada tanggal 16 Juni 2011.
Pada deskripsi video tertulis seperti ini: "Amazing mirage appeared on Thursday at dusk at the Tunxi section of the Xin'an River in Huangshan City, east China's Anhui Province, when continuous pouring rain had just stopped." In the thin mist above the river were spectacular images of mountains, buildings and trees, which seemed to be floating on the river.
The phenomenon began at about 17:00 p.m. local time, attracting a large number of people, who paused to watch the ethereal scene. "It’s really amazing. It looks like a scene in the movie, in a fairyland," a local said. Similar sights are often seen lately, only they were not as special as this one, local residents say.
Kalimat yang digunakan pada deskripsi di atas adalah:
"In the thin mist above the river were spectacular images of mountains, buildings and trees, which seemed to be floating on the river."
Jika saya menerjemahkannya, maka bunyinya seperti ini:
"Di tengah-tengah kabut tipis di atas sungai ada citra gunung-gunung, gedung-gedung dan pepohonan yang terlihat seperti melayang di atas sungai." Tidak pernah ada sebutan mengenai kota siluman yang muncul di atas sungai!
Berita ini kemudian diambil oleh ITN, sebuah media Inggris yang menambahkan narasi pada video tersebut. Narasi inilah yang kemudian menjadi sumber salah persepsi karena kebanyakan media menggunakan video dari ITN.
Dalam narasinya, pada detik ke-25, reporter ITN mengatakan:
"The Spectacular images of mountains, buildings and trees appear in the thin mist above the Xin'an River."
Kata "appear" bisa berarti "terlihat" atau "muncul". Jadi, ITN mungkin tidak salah menggunakan kata itu. Namun, salah persepsi tidak bisa dihindari pada hari-hari berikutnya.
Seperti terlihat dari video, rekaman ini diambil dari atas jembatan Guang Yu di atas sungai Xin'an. Kita bisa mengenalinya dari lengkungan-lengkungan di sisi jembatan. Ketika sang kameramen mengarahkan kamera ke sisi jembatan, kita bisa melihat tiga lanskap yang disebut media sebagai "kota siluman".
Tetapi, dari penelitian lebih lanjut, kita bisa menemukan kalau lanskap tersebut bukanlah kota siluman ataupun efek dari mirage. Jika kita menggunakan google earth dan memasukkan kata kunci "Tunxi", kita akan segera dibawa ke sungai Xin'an dan jembatan Guang Yu. Tiga lanskap yang muncul di video pun ikut terlihat.
Selain itu, kalian juga bisa melihat kalau sisi sungai itu penuh dengan gedung-gedung.
Jika kita mengklik foto panoramio pada pulau tersebut di google earth, kita akan mendapatkan fotonya. Jelas, bangunan ini bukan bagian dari kota siluman.
Perhatikan bangunan yang paling kanan.
Lalu, dengan melihat kepada foto-foto lain pulau tersebut, kita juga bisa menemukan banyak gedung-gedung tinggi di sisi pulau seperti yang terlihat pada rekaman.
Jika melihat definisi dari mirage, maka fenomena yang terlihat pada video pun sepertinya tidak bisa disebut akibat dari mirage. Menurut saya, fenomena ini hanyalah sebuah fenomena kabut biasa yang juga sering terjadi di banyak bagian dunia, seperti yang terlihat di San Fransisco di bawah ini.
Source 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7
BACA PENUH»
Bagi kalian yang belum mengetahui kisah ini, berikut cuplikan berita berjudul 'Kota Misterius' Muncul di atas sungai China'
Kota misterius itu terlihat seperti pemandangan kota lainnya. Tampak gedung pencakar langit, beberapa gunung dan sedikit pohon-pohon. Pemandangan itu terlihat oleh warga di Kota Huanshan. Muncul beragam spekulasi dari mereka, diantaranya menganggap tempat itu merupakan 'pusara' dari 'peradaban yang hilang'.
"Ini benar-benar luar biasa, terlihat seperti sebuah adegan di film, di negeri dongeng," kata seorang warga kepada saluran berita Inggris, ITN sebagaimana dimuat laman foxnews.com, 27 Juni 2011. Namun, semua itu ternyata tak nyata alias fatamorgana. Para ilmuwan telah membatalkan teori mereka
Para ahli percaya pemandangan itu mungkin hanya sebuah fatamorgana yang disebabkan ketika kelembaban di udara yang menjadi lebih hangat dari suhu air di bawahnya. Ketika sinar matahari melewati udara dingin ke udara hangat, cahaya itu dibiaskan atau belokan. Sehingga menciptakan sebuah bayangan di udara yang terlihat mirip dengan sebuah bayangan di air. Refleksi itu merupakan pemandangan umum bagi banyak wisatawan yang berkunjung di daerah basah.
Sebelum Vivanews, media-media besar lain di dunia seperti dailymail, foxnews dan yahoo news juga memberitakannya sehingga video ini dengan segera menjadi sensasi di dunia maya. Sebagian orang yang menolak teori Mirage mulai mengajukan berbagai pendapat yang bervariasi. Ada yang menyebutnya sebagai Vortex. Ada yang menyebutnya hasil dari proyek Blue Beam dan ada yang menyebutnya sebagai kota hantu.
Lalu, yang mana yang benar? Apakah video itu hoax?
Jika tidak, apakah fenomena yang terlihat di video adalah hasil dari Mirage?
Saya sendiri percaya kalau video itu bukan hoax. Tetapi saya juga percaya kalau fenomena yang terlihat bukan hasil dari Mirage.
Menurut saya, kasus yang kita hadapi ini sesungguhnya memiliki jawaban yang sangat sederhana, yaitu salah persepsi oleh media.
Media Cina yang pertama kali memposting berita ini tidak pernah mengatakan kalau sebuah kota misterius/siluman muncul di atas sungai Xin'an. Namun, media-media lain yang mengutipnya memiliki persepsi kalau sebuah kota memang muncul di atas sungai itu.
Mari kita lihat bersama-sama:
Video ini pertama kali diposting oleh media Cina newscontent.cctv.com pada tanggal 16 Juni 2011.
Pada deskripsi video tertulis seperti ini: "Amazing mirage appeared on Thursday at dusk at the Tunxi section of the Xin'an River in Huangshan City, east China's Anhui Province, when continuous pouring rain had just stopped." In the thin mist above the river were spectacular images of mountains, buildings and trees, which seemed to be floating on the river.
The phenomenon began at about 17:00 p.m. local time, attracting a large number of people, who paused to watch the ethereal scene. "It’s really amazing. It looks like a scene in the movie, in a fairyland," a local said. Similar sights are often seen lately, only they were not as special as this one, local residents say.
"In the thin mist above the river were spectacular images of mountains, buildings and trees, which seemed to be floating on the river."
Jika saya menerjemahkannya, maka bunyinya seperti ini:
"Di tengah-tengah kabut tipis di atas sungai ada citra gunung-gunung, gedung-gedung dan pepohonan yang terlihat seperti melayang di atas sungai." Tidak pernah ada sebutan mengenai kota siluman yang muncul di atas sungai!
Berita ini kemudian diambil oleh ITN, sebuah media Inggris yang menambahkan narasi pada video tersebut. Narasi inilah yang kemudian menjadi sumber salah persepsi karena kebanyakan media menggunakan video dari ITN.
Dalam narasinya, pada detik ke-25, reporter ITN mengatakan:
"The Spectacular images of mountains, buildings and trees appear in the thin mist above the Xin'an River."
- Dailymail.co.uk kemudian memberitakannya dengan judul: "Ghostly apparition of entire city appears over Chinese river... but is it just a mirage?"
- Foxnews.com memberitakannya: 'Lost Civilization' Appears Above Chinese River.
- Vivanews menggunakan judul :'Kota Misterius' Muncul di atas sungai China'.
Apa yang dimaksud oleh video itu sesungguhnya adalah menceritakan betapa mengagumkannya pemandangan kota itu ketika kabut menyelimuti sungai Xin'an. Bukan menceritakan mengenai kota gaib yang muncul di atas sungai.
Kita bisa menemukan bukti lain yang menegaskan salah persepsi ini dari bangunan-bangunan yang disebut sebagai bagian dari kota siluman pada video tersebut. Bangunan-bangunan tersebut ternyata memang benar-benar ada dan merupakan bagian dari kota Huang Shan.
Seperti terlihat dari video, rekaman ini diambil dari atas jembatan Guang Yu di atas sungai Xin'an. Kita bisa mengenalinya dari lengkungan-lengkungan di sisi jembatan. Ketika sang kameramen mengarahkan kamera ke sisi jembatan, kita bisa melihat tiga lanskap yang disebut media sebagai "kota siluman".
Tetapi, dari penelitian lebih lanjut, kita bisa menemukan kalau lanskap tersebut bukanlah kota siluman ataupun efek dari mirage. Jika kita menggunakan google earth dan memasukkan kata kunci "Tunxi", kita akan segera dibawa ke sungai Xin'an dan jembatan Guang Yu. Tiga lanskap yang muncul di video pun ikut terlihat.
Selain itu, kalian juga bisa melihat kalau sisi sungai itu penuh dengan gedung-gedung.
Mari kita lihat lebih dekat.
Ini screen shot jarak dekat lingkaran yang di tengah (pulau). Perhatikan bangunan di tengahnya.
Jika kita mengklik foto panoramio pada pulau tersebut di google earth, kita akan mendapatkan fotonya. Jelas, bangunan ini bukan bagian dari kota siluman.
Perhatikan bangunan yang paling kanan.
Ternyata hanya bangunan biasa.
Lalu, dengan melihat kepada foto-foto lain pulau tersebut, kita juga bisa menemukan banyak gedung-gedung tinggi di sisi pulau seperti yang terlihat pada rekaman.
Kesimpulannya, bangunan-bangunan yang ada pada video tersebut bukanlah kota siluman atau hasil dari fenomena mirage. Melainkan memang bangunan-bangunan yang merupakan bagian dari kota Huang Shan.
Jika melihat definisi dari mirage, maka fenomena yang terlihat pada video pun sepertinya tidak bisa disebut akibat dari mirage. Menurut saya, fenomena ini hanyalah sebuah fenomena kabut biasa yang juga sering terjadi di banyak bagian dunia, seperti yang terlihat di San Fransisco di bawah ini.
Ide mengenai kota gaib atau vortex memang menyenangkan karena bisa membawa fantasi kita terbang tinggi. Tetapi untuk kasus ini, sepertinya kita harus menahan imajinasi kita untuk sementara.
Source 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7
Cenote Angelita - Sungai Bawah Laut ?
Sebelum masuk ke Cenote Angelita, kita harus mengerti arti "Cenote". Kata "Cenote" itu berasal dari kata suku maya "D'zonot" yang berarti "sebuah lubang/gua bawah tanah yang memiliki air". Sedangkan "Angelita" berarti "malaikat kecil". Jadi Cenote Angelita berarti "Gua Malaikat Kecil".
Istilah Cenote ini digunakan untuk merujuk kepada gua di semenanjung Yucatan, Mexico. Selain itu, ada beberapa Cenote lainnya, seperti Cenote Aktun Ha, Cenote Calavera, Cenote Chac Mool dan lain-lain. Formasi gua-gua ini terhubung dengan laut dan terbentuk sekitar 6.500 tahun yang lalu. Cenote-cenote ini memiliki sejarah sangat tua. Suku Maya menggunakannya untuk bepergian ke kota lain. Namun baru pada abad ke-20 ketika penyelaman dan penjelajahan gua menjadi populer, Cenote-cenote ini kembali menarik perhatian.
Air asin dan air tawar
Dalam deskripsinya mengenai Cenote Angelita, Anatoly Beloschin, seorang fotografer profesional mengatakan :
“We are 30 meters deep, fresh water, then 60 meters deep – salty water and under me I see a river, island and fallen leaves.."
"Di kedalaman 30 meter, air tawar, lalu pada kedalaman 60 meter, air asin, dan dibawah saya melihat sebuah sungai, pulau dan daun-daun yang jatuh."
Jawabannya adalah karena sebuah fenomena yang disebut Halocline.
Halocline adalah sebuah zona vertikal di dalam laut dimana kadar garam berubah dengan cepat sejalan dengan perubahan kedalaman. Perubahan kadar garam ini akan mempengaruhi kepadatan air sehingga Zona ini kemudian berfungsi sebagai dinding pemisah antara air asin dan air tawar.
Air asin memiliki kepadatan lebih besar dibandingkan air tawar. Ini membuat ia memiliki berat jenis yang juga lebih besar. Karena itu wajar kalau air tawar berada di atas air asin. Ketika kedua jenis air ini bertemu, ia akan membuat lapisan halocline yang berfungsi menjadi pemisah. Hal seperti ini tidak terjadi di semua pantai atau laut, namun cukup umum terjadi di gua-gua air yang terhubung ke laut seperti Cenote.
Perbatasan antara air asin dan air tawar (Halocline) pada Cenote Angelita berada pada kedalaman 33 meter. Air tawar di permukaan berasal dari air hujan.
Jika ingin lebih jelas, kalian bisa membuat halocline sendiri. Caranya, masukkan air asin ke dalam sebuah gelas hingga setengah gelas terisi. Lalu, taruh spon di atas air. Setelah itu, tuangkan air tawar perlahan-lahan ke dalam gelas. Maka lapisan halocline akan tercipta sehingga air tawar yang masuk tidak bercampur dengan air asin yang dibawahnya.
Fenomena air tawar yang terpisah dengan air asin sebenarnya bukan hal yang baru. 2.000 tahun yang lalu, seorang ahli geografi Roma bernama Strabo pernah menulis mengenai para penduduk Latakia, barat Siria, yang mengayuh perahunya sekitar 4 kilometer menjauhi pantai lalu menyelam dengan membawa kantung air dari kulit kambing dan mengambil air segar dari dalamnya untuk persediaan air minum bagi kota mereka. Mereka tahu persis tempat dimana air tawar berkumpul di laut. Hari ini, para penyelam juga bisa melakukan hal yang sama di banyak pantai di dunia.
Namun sebenarnya sungai tersebut hanyalah sebuah ilusi. Deskripsi yang paling tepat untuk menyebutnya, bukan sungai, melainkan kabut/awan, karena lapisan yang terlihat seperti sungai itu adalah lapisan Hidrogen Sulfida. Lapisan ini membentuk kabut/awan tebal yang membuat ilusi sungai.
Tidak banyak penyelam sampai pada tingkat kedalaman sejauh ini karena lapisan ini terdapat di dasar Cenote Angelita, yaitu di kedalaman sekitar 60 meter.
Lapisan gas Hidrogen Sulfida terbentuk akibat pohon atau organisme yang membusuk di dasar Cenote. Karena hal itu lapisan ini memiliki bau yang tidak sedap seperti amoniak. Selain karena aktifitas bakteri pembusukan, gas ini juga bisa dihasilkan oleh aktifitas gunung berapi. Dalam kadar yang tinggi, gas ini berbahaya bagi manusia karena bisa mengganggu beberapa sistem dalam tubuh manusia.
Pohon di bawah laut
Saya banyak mendapat pertanyaan ini dan memang Ini adalah sebuah pertanyaan yang menarik. Dari foto di atas, kita bisa melihat kalau pohon di dasar Cenote Angelita mirip dengan pohon yang ada di darat. Kita tahu kalau pohon membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesis. Jadi bagaimana mereka bisa hidup di dasar air yang gelap dan dalam?
Jawabannya atas pertanyaan ini sebenarnya sangat sederhana. Tidak ada pohon yang hidup di dasar Cenote! Kebanyakan dari kita salah menginterpretasikan kalimat dari Anatoly Beloschin.
Anatoly mengatakan :
“We are 30 meters deep, fresh water, then 60 meters deep – salty water and under me I see a river, island and fallen leaves…"
"Di kedalaman 30 meter, air tawar, lalu pada kedalaman 60 meter, air asin, dan dibawah saya melihat sebuah sungai, pulau dan daun-daun yang jatuh."
Ia hanya mengatakan kalau ia melihat daun-daun yang jatuh. Ini jelas terlihat dari foto-foto yang diambilnya kalau batang-batang pohon itu adalah pohon-pohon yang mati dan daun yang dimaksud adalah daun yang berserakan pada dasar Cenote. Anatoly tidak berkata melihat pohon hidup di dasar Cenote.
Saya tidak menemukan satu sumber pun yang mengatakan ada pohon hidup dalam Cenote Angelita. Lagipula, jika memang ada pohon yang hidup, mengapa Anatoly tidak mengambil fotonya?
Lalu pertanyaannya, darimana asalnya batang pohon dan daun-daunan tersebut?
Jawabannya adalah karena Cenote ini terletak di tengah Hutan. Tentu wajar kalau ada batang pohon dan dedaunan yang jatuh ke dalam dasar Cenote.
Penutup
Walaupun tidak misterius (inilah sebabnya saya tidak berniat memposting ini pada awalnya), saya akui Cenote Angelita memang indah. Namun, saya rasa tempat ini cukup berbahaya. Kita tidak tahu apa yang akan kita jumpai di tempat gelap seperti itu kan?
Mungkin kalian akan berkata kepada saya: "Brother, saya adalah orang yang suka menyelam dan berpetualang. Setelah membaca tulisan ini, jiwa petualangan saya memanggil dan saya ingin pergi ke sana untuk menyelam."
Saya akan menjawab: "Tahukah kamu kalau tempat seperti itu berbahaya. Bukankah saya sudah mengatakan kalau ada gas hidrogen sulfida yang bau dan berpotensi bahaya."
"Brother, saya tidak takut dengan gas hidrogen sulfida!"
"Tapi, goa itu dalam dan gelap, Kamu kan tidak tahu bisa berjumpa dengan makhluk apa disana."
"Ah, apa sih yang bisa dijumpai, paling hewan kecil yang tidak berarti."
Baiklah kalau begitu. Jika kalian sudah memutuskan, maka saya tidak akan menahan kalian lagi. Jadi saya ucapkan selamat menyelam!
Byurr... ... ...What ! ! !
BACA PENUH»
Istilah Cenote ini digunakan untuk merujuk kepada gua di semenanjung Yucatan, Mexico. Selain itu, ada beberapa Cenote lainnya, seperti Cenote Aktun Ha, Cenote Calavera, Cenote Chac Mool dan lain-lain. Formasi gua-gua ini terhubung dengan laut dan terbentuk sekitar 6.500 tahun yang lalu. Cenote-cenote ini memiliki sejarah sangat tua. Suku Maya menggunakannya untuk bepergian ke kota lain. Namun baru pada abad ke-20 ketika penyelaman dan penjelajahan gua menjadi populer, Cenote-cenote ini kembali menarik perhatian.
Cenote Angelita yang sedang kita bicarakan ini terletak sekitar 17 kilometer dari Tulum dan ia memiliki diameter lubang sekitar 30 meter dengan kedalaman sekitar 60 meter. Cenote ini berada di wilayah hutan lebat yang memiliki keanekaragaman flora fauna yang cukup kaya. Bahkan Jaguar juga tinggal di hutan ini.
Karena itu sebenarnya kurang tepat kalau menyebut Cenote Angelita sebagai sungai di dasar laut.
Jika kita menyelam ke dalam Cenote Angelita, kita akan menemukan air tawar pada kedalaman 30 meter pertama yang kemudian diikuti dengan air asin pada kedalaman 60 meter. Pada kedalaman itu juga kita bisa melihat sungai dan pohon-pohon di dasarnya.
Karena itu sebenarnya kurang tepat kalau menyebut Cenote Angelita sebagai sungai di dasar laut.
Jika kita menyelam ke dalam Cenote Angelita, kita akan menemukan air tawar pada kedalaman 30 meter pertama yang kemudian diikuti dengan air asin pada kedalaman 60 meter. Pada kedalaman itu juga kita bisa melihat sungai dan pohon-pohon di dasarnya.
Nah, Sekarang saya akan membahas tiga karakteristik sungai Cenote yang banyak membingungkan orang, yaitu
- Mengapa air asin dan air tawar bisa tidak bercampur?
- Bagaimana bisa ada sungai di bawah laut?
- Bagaimana pohon bisa hidup di dalam air?
Air asin dan air tawar
Dalam deskripsinya mengenai Cenote Angelita, Anatoly Beloschin, seorang fotografer profesional mengatakan :
“We are 30 meters deep, fresh water, then 60 meters deep – salty water and under me I see a river, island and fallen leaves.."
"Di kedalaman 30 meter, air tawar, lalu pada kedalaman 60 meter, air asin, dan dibawah saya melihat sebuah sungai, pulau dan daun-daun yang jatuh."
Dari deskripsi ini, kita bisa menyimpulkan kalau air tawar berada di atas air asin. Bagaimana mungkin air asin dan air tawar tidak bercampur?
Jawabannya adalah karena sebuah fenomena yang disebut Halocline.
Halocline adalah sebuah zona vertikal di dalam laut dimana kadar garam berubah dengan cepat sejalan dengan perubahan kedalaman. Perubahan kadar garam ini akan mempengaruhi kepadatan air sehingga Zona ini kemudian berfungsi sebagai dinding pemisah antara air asin dan air tawar.
Air asin memiliki kepadatan lebih besar dibandingkan air tawar. Ini membuat ia memiliki berat jenis yang juga lebih besar. Karena itu wajar kalau air tawar berada di atas air asin. Ketika kedua jenis air ini bertemu, ia akan membuat lapisan halocline yang berfungsi menjadi pemisah. Hal seperti ini tidak terjadi di semua pantai atau laut, namun cukup umum terjadi di gua-gua air yang terhubung ke laut seperti Cenote.
Perbatasan antara air asin dan air tawar (Halocline) pada Cenote Angelita berada pada kedalaman 33 meter. Air tawar di permukaan berasal dari air hujan.
Jika ingin lebih jelas, kalian bisa membuat halocline sendiri. Caranya, masukkan air asin ke dalam sebuah gelas hingga setengah gelas terisi. Lalu, taruh spon di atas air. Setelah itu, tuangkan air tawar perlahan-lahan ke dalam gelas. Maka lapisan halocline akan tercipta sehingga air tawar yang masuk tidak bercampur dengan air asin yang dibawahnya.
Fenomena air tawar yang terpisah dengan air asin sebenarnya bukan hal yang baru. 2.000 tahun yang lalu, seorang ahli geografi Roma bernama Strabo pernah menulis mengenai para penduduk Latakia, barat Siria, yang mengayuh perahunya sekitar 4 kilometer menjauhi pantai lalu menyelam dengan membawa kantung air dari kulit kambing dan mengambil air segar dari dalamnya untuk persediaan air minum bagi kota mereka. Mereka tahu persis tempat dimana air tawar berkumpul di laut. Hari ini, para penyelam juga bisa melakukan hal yang sama di banyak pantai di dunia.
Sungai di bawah laut
Dalam foto yang bisa kita lihat, Cenote Angelita sepertinya memiliki sungai di dasarnya. Jika benar, tentu saja akan sangat membingungkan!Namun sebenarnya sungai tersebut hanyalah sebuah ilusi. Deskripsi yang paling tepat untuk menyebutnya, bukan sungai, melainkan kabut/awan, karena lapisan yang terlihat seperti sungai itu adalah lapisan Hidrogen Sulfida. Lapisan ini membentuk kabut/awan tebal yang membuat ilusi sungai.
Tidak banyak penyelam sampai pada tingkat kedalaman sejauh ini karena lapisan ini terdapat di dasar Cenote Angelita, yaitu di kedalaman sekitar 60 meter.
Lapisan gas Hidrogen Sulfida terbentuk akibat pohon atau organisme yang membusuk di dasar Cenote. Karena hal itu lapisan ini memiliki bau yang tidak sedap seperti amoniak. Selain karena aktifitas bakteri pembusukan, gas ini juga bisa dihasilkan oleh aktifitas gunung berapi. Dalam kadar yang tinggi, gas ini berbahaya bagi manusia karena bisa mengganggu beberapa sistem dalam tubuh manusia.
Pohon di bawah laut
Saya banyak mendapat pertanyaan ini dan memang Ini adalah sebuah pertanyaan yang menarik. Dari foto di atas, kita bisa melihat kalau pohon di dasar Cenote Angelita mirip dengan pohon yang ada di darat. Kita tahu kalau pohon membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesis. Jadi bagaimana mereka bisa hidup di dasar air yang gelap dan dalam?
Jawabannya atas pertanyaan ini sebenarnya sangat sederhana. Tidak ada pohon yang hidup di dasar Cenote! Kebanyakan dari kita salah menginterpretasikan kalimat dari Anatoly Beloschin.
Anatoly mengatakan :
“We are 30 meters deep, fresh water, then 60 meters deep – salty water and under me I see a river, island and fallen leaves…"
"Di kedalaman 30 meter, air tawar, lalu pada kedalaman 60 meter, air asin, dan dibawah saya melihat sebuah sungai, pulau dan daun-daun yang jatuh."
Ia hanya mengatakan kalau ia melihat daun-daun yang jatuh. Ini jelas terlihat dari foto-foto yang diambilnya kalau batang-batang pohon itu adalah pohon-pohon yang mati dan daun yang dimaksud adalah daun yang berserakan pada dasar Cenote. Anatoly tidak berkata melihat pohon hidup di dasar Cenote.
Saya tidak menemukan satu sumber pun yang mengatakan ada pohon hidup dalam Cenote Angelita. Lagipula, jika memang ada pohon yang hidup, mengapa Anatoly tidak mengambil fotonya?
Lalu pertanyaannya, darimana asalnya batang pohon dan daun-daunan tersebut?
Jawabannya adalah karena Cenote ini terletak di tengah Hutan. Tentu wajar kalau ada batang pohon dan dedaunan yang jatuh ke dalam dasar Cenote.
Penutup
Walaupun tidak misterius (inilah sebabnya saya tidak berniat memposting ini pada awalnya), saya akui Cenote Angelita memang indah. Namun, saya rasa tempat ini cukup berbahaya. Kita tidak tahu apa yang akan kita jumpai di tempat gelap seperti itu kan?
Mungkin kalian akan berkata kepada saya: "Brother, saya adalah orang yang suka menyelam dan berpetualang. Setelah membaca tulisan ini, jiwa petualangan saya memanggil dan saya ingin pergi ke sana untuk menyelam."
Saya akan menjawab: "Tahukah kamu kalau tempat seperti itu berbahaya. Bukankah saya sudah mengatakan kalau ada gas hidrogen sulfida yang bau dan berpotensi bahaya."
"Brother, saya tidak takut dengan gas hidrogen sulfida!"
"Tapi, goa itu dalam dan gelap, Kamu kan tidak tahu bisa berjumpa dengan makhluk apa disana."
"Ah, apa sih yang bisa dijumpai, paling hewan kecil yang tidak berarti."
Baiklah kalau begitu. Jika kalian sudah memutuskan, maka saya tidak akan menahan kalian lagi. Jadi saya ucapkan selamat menyelam!
Byurr... ... ...What ! ! !



















